Bismillahirrohmanirrohim
Gagasan ini berawal dari sebuah
kegelisahan yang hadir memenuhi relung hati. Sebagai seorang yang menjalani
proses pencarian jati diri dan keimanan melalui berpikir ada sebuah resah yang
hadir, begitu saya diterima menjadi mahasiswa fakultas Psikologi sebuah
universitas ternama.
Kegelisahan itu hadir ketika saya
menemui berbagai sendi teori yang sangat buas dan liar dalam dunia psikologi. Mengejawantahkan
apa itu jiwa, siapa itu manusia, apa itu naluri, apa itu tingkah laku,
bagaimana terjadi tanpa bantuan wahyu ilahiah itu mengerikan.
Hingga saat ini saya rasa, banyak
yang tidak beres dari segi menemukan dan menyatukan tentang siapa itu manusia. Berbagai
uji teori dilakukan hanya untuk mengetahui hal tersebut. Selain, itu kebebasan
berpikir begitu menggila hingga sesuatu yang tak ilmiah dianggap tidak
rasional. Menuhankan keilmiahan untuk hal-hal yang memang tak bisa diindra,
tapi dapat dinalar.
Manifesto kegelisahan saya yang lain adalah dengan kehausan
mencari penguatan terhadap diri saya sendiri. Saya membaca banyak buku untuk
menguatkan diri. Hingga akhirnya, saya bertemu dengan sebuah buku yang telah
banyak menginspirasi banyak orang.
Buku Dilema Psikolog Muslim, karya
Dr. Malik B. Badri menjawab sedikit keresahan saya atas kekacauan pola pikir
barat. Pengantar buku ini cukup menampar saya. Bagaimana psikolog Muslim masuk
dengan suka rela ke dalam lubang biawak. Lubang biawak diambil dari sebuah
hadist yang mengatakan bahwa suatu hari nanti kaum muslimin akan mengikuti cara
hidup orang kafir bahkan dengan senang hati menerjunkan diri ke dalam lubang
biawak[1].
Buku ini mungkin dihadiahkan oleh Allah atas pencarian saya yang tak pernah
berakhir. Atas rasa keimanan saya bahwa teori-teori barat itu meresahkan dan
membahayakan jiwa.
Sebagai bentuk rasa syukur ini,
saya ingin berbagi refleksi-refleksi saya selama bersinggungan dan berinteraksi
dengan ilmu psikologi barat. Bersinggungan dengan orang-orang yang
mengembannya, orang-orang yang diobati dengannya, dan orang-orang yang tidak
memakainya. Saya sengaja membuat blog khusus untuk membuatnya lebih fokus dan
tidak tercampur dengan catatan harian saya yang lain.
Semoga dapat menjadi sumber
inspirasi bagi kita semua. Amiin.
Blognya dapat diakses disini…
[1] Sahih
Muslim, hadist no. 2002 dalam singkatan an Al-Bani, terbitan Kementrian Agama
Islam Kuwait
Tidak ada komentar:
Posting Komentar